Pollres Salatiga Polda Jateng — Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Salatiga terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan menerapkan ujian praktik SIM secara humanis, tanpa mengurangi standar keselamatan dan kompetensi berkendara.
Pelaksanaan ujian praktik dilakukan dengan pendekatan persuasif dan komunikatif. Sebelum ujian dimulai, petugas memberikan arahan yang jelas terkait lintasan, teknik berkendara yang benar, serta kesalahan yang perlu dihindari. Hal ini bertujuan agar peserta ujian lebih memahami materi dan dapat mengikuti ujian dengan tenang, jelas Aiptu Joko Prasetyo selaku Baur SIM.
Pendampingan petugas yang ramah dan profesional turut membantu mengurangi ketegangan peserta. Prinsip yang diterapkan adalah menilai kemampuan berkendara secara objektif, sekaligus memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas.
Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Darmin, S.H., M.H. menegaskan bahwa pendekatan humanis tidak berarti menurunkan standar ujian.
“Humanis bukan berarti mempermudah tanpa aturan. Standar tetap sama, namun cara penyampaian dan pendampingannya kami buat lebih ramah agar peserta memahami dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya,” jelasnya.
Dengan penerapan ujian praktik yang humanis dan transparan, Satpas Polres Salatiga berharap dapat melahirkan pengendara yang kompeten, beretika, dan bertanggung jawab di jalan raya.
(Humas Polres Salatiga Polda Jateng)
Satpas Salatiga Terapkan Ujian Praktik SIM Secara Humanis
Pollres Salatiga Polda Jateng — Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Salatiga terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan menerapkan ujian praktik SIM secara humanis, tanpa mengurangi standar keselamatan dan kompetensi berkendara.
Pelaksanaan ujian praktik dilakukan dengan pendekatan persuasif dan komunikatif. Sebelum ujian dimulai, petugas memberikan arahan yang jelas terkait lintasan, teknik berkendara yang benar, serta kesalahan yang perlu dihindari. Hal ini bertujuan agar peserta ujian lebih memahami materi dan dapat mengikuti ujian dengan tenang, jelas Aiptu Joko Prasetyo selaku Baur SIM.
Pendampingan petugas yang ramah dan profesional turut membantu mengurangi ketegangan peserta. Prinsip yang diterapkan adalah menilai kemampuan berkendara secara objektif, sekaligus memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas.
Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Darmin, S.H., M.H. menegaskan bahwa pendekatan humanis tidak berarti menurunkan standar ujian.
“Humanis bukan berarti mempermudah tanpa aturan. Standar tetap sama, namun cara penyampaian dan pendampingannya kami buat lebih ramah agar peserta memahami dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya,” jelasnya.
Dengan penerapan ujian praktik yang humanis dan transparan, Satpas Polres Salatiga berharap dapat melahirkan pengendara yang kompeten, beretika, dan bertanggung jawab di jalan raya.
(Humas Polres Salatiga Polda Jateng)






